Breaking News:

Save KPK..? Lebay.

Penulis : Ekta Yudha Perdana

KPK dan Polri adalah bagian dari pemerintah, tujuan yang sama yaitu memberantas korupsi dan menciptakan kedamaian di bumi Indonesia. Polemik yang mulai mewarnai kehidupan di tataran masyarakat Indonesia sudah mulai binggung dengan keadaanya sebenarnya.

Malah ada yang tidak mengerti permasalahan pun antara KPK dan Polri  sudah berani mengatakan,
 " Save KPK,". Memang apa yang perlu dilindungi? KPK dan Polri punya tugas yang sama juga ialah memberantas korupsi, tidak kuat hanya KPK saja yang bergerak dalam memberantas korupsi di Indonesia, jadi mesti kerjasama.

Yang disayangkan adalah multi persepsi dari masyarakat Indonesia terhadap kinerja yang dilakukan oleh dua instansi ini. Ada yang mendukung dan ada yang membantah. Bahkan ada yang mengatakan,
 " KPK tidak boleh ada yang melemahkan..!".

Pertanyaannya, Siapa yang mengurangi tugas KPK? Dari dulu sama saja KPK mempunyai kebebasan ruang dalam bergerak, tidak dipersempit oleh instansi mana pun. kalau KPK dilemahkan oleh pihak - pihak tertentu dari personal itu mungkin, tapi bukan instansi.

Jadi kalau ada istilah KPK harus selalu dijaga, KPK mesti didukung. Polri juga melaksanakan tugasnya sebagai Polri. Tidak menyalahi tugas KPK juga, sebab Polri dan KPK adalah badan hukum yang dijaga negara dan punya kewenangan juga dalam memberantas korupsi.

Over asumsi yang ada di grassroot adalah bahwa Indonesia akan hancur kalau KPK ada yang melemahkan. Kita tahu bahwa Komjen Pol Sutarman selaku kepala Bareskrim Polri dan Johan Budi. S.P sebagai juru bicara KPK mengingkan perdamaian yang ada di dua instansi ini dan mereka mengharapkan ketua Polri dan ketua KPK berdiskusi dan duduk bersama dalam mencari solusi.

Tidak ada namanya kebencian di antara kedua lembaga pemerintah tersebut. Hanya saja ada orang yang tidak suka terhadap keharmonisan yang ada di antara Polri dan KPK. Kalau ini terjadi, maka yang bergembira adalah para koruptor.

Mereka suka akan kejadian yang menimpa KPK dan Polri. Para mafia akan berani lagi bermain di atas meja kalau Polri dan KPK tidak cepat dalam menyelesaikan masalah ini. Ruang gerak KPK dan ruang gerak Polri akan terhambat kalau masalah ini masih terus berlarut- larut dan tidak mencapati titik hasil.

Kalau kita bicara oknum personal yang menyebabkan KPK terus melemah kinerjanya, itu mungkin. Tapi, kalau perang atau adanya kebencian di antara kedua lembaga tersebut, maka itu sesuatu yang tidak masuk akal.

Kita bangsa yang besar, kita bangsa yang berbudaya dan negara pun punya cita - cita untuk terus berobsesi dalam membasmi semua koruptor sampai tidak tersisa. Mari bersama kita membaca dan menganalisa dan jangan terbawa oleh asumi yang mengatakan bahwa KPK dan Polri seperti musuh.

Sebab takutnya peluang itu akan diambil oleh mafia - mafia untuk terus melakukan konspirasi di tubuh KPK dan Polri. Tidak ada namanya, save KPK atau save Polri. Yang ada save Indonesia.
Jayalah terus Indonesiaku..

01.27 | Posted in | Read More »

Amerika mandul

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Agama itu membuat ketenangan dan mengajarkan kasih sayang. Tapi kenapa di dalam agama adanya kebencian? Nabi Muhammad. s.a.w. orang yang mulia. Hinaan mulai datang selepas wahyu turun kepadanya. Cercaan yang tak berhenti walau beliau sudah tiada. Islam agama kasih, agama suci. Sekarang telah ramai demo di mana - mana, di penjara Athena, Sudan, Libia, Indonesia, Malaysia, Yaman, Mesir, semua menuntut Amerika untuk menghukum pembuat filem,
" Innocence of Muslim, ". 

Tapi itu hanya tuntutan tanpa eksekusi. Amerika tidak bisa menghukum pembuat filem itu disebabkan kebebasan bersuara sangat dijaga oleh kongres di Amerika. Jadi siapa pun terhindar dari hukum kalau sudah masuk ruang ekspresi walau pun itu menyakitkan orang banyak, terkhusus umat Islam. Nabi yang mulia dihinakan di bawah satu bendera,
" kebebasan berekspresi,". 

Mereka tidak menghormati hati umat Islam yang terlukai oleh filem yang memalukan itu. Umat Islam selalu diprovokasi supaya marah. Semakin umat Islam marah maka mereka semakin senang. Sebab tujuan mereka adalah membuat dunia Islam terpancing atas konspirasi yang mereka suka lakukan, dari karikatur Nabi sampai membuat filem.

Umat Islam tidak bisa berbuat banyak, hanya mengutuk dan berdemo. Sebab umat Islam mempunyai organisasi Islam tapi mandul. Punya persatuaan negara - negara Islam dunia ( OKI ) tapi miskin ketegasan. Umat Islam dijadikan tempat meluahkan nafsu duniawi mereka. Sampai kapan penghinaan ini akan terus terjadi? Kenapa yang selalu memulai permasalahan agama itu selalu pihak Barat?

Barat tak akan pernah mau dan redha atas kemajuan yang diraih oleh negara - negara Muslim. Dengan propoganda dan provokasi umat Islam akan dipecah belah. Contoh sederhana adalah kalau kita umat Islam tidak setuju dengan penghinaan filem itu maka akan timbul  penghancuran kedutaan, pemboman cinema ( bioskop ), merusak jalan dan sebagainya.

Maka ini akan mempengaruhi ekonomi negara, sebab banyak benda yang dibakar dan dihancurkan oleh pendemo yang geram dengan perilaku Barat atas umat Islam. Belum lagi kalau dilihat dari sisi politik, bahwa pendemo dari negara - negara Muslim yang menghancurkan jalan, mobil, motor, gedung dan sebagainya, menunjukan begitu lemahnya negara dalam mengawasi rakyatnya untuk menjauh dari sifat anarkis.

Maka daya jual diplomasi negara Muslim akan lemah di depan PBB dan dunia internasional.
Nabi tetap mulia walau pun mereka menghina. Mari bersatu umat Islam seluruh dunia dan kita terus waspada dari propoganda pihak Barat, tentu dengan cara jangan terprovokasi oleh konspirasi yang mereka selalu buat. Minta tolonglah kepada Allah, sebab konspirasi Allah lebih baik dari mereka.

Waalahu a'lam

23.50 | Posted in | Read More »

Pelajar miskin mental

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Pendidikan suatu yang penting dalam berkehidupan. Pendidikan alat untuk membedakan orang dalam perspektif kemajuan. Orang yang tak berpendidikan bermakna jauh dari peradaban.
Hidup yang tidak berdasarkan ilmu menunjukan jiwa yang gersang, tentunya akan merusak tatanan bermasyarakat.

Tempat orang menuju modernitas adalah sekolah. Orang yang jauh dari sekolah maka dia jauh dari modernitas. Tapi itu bukan suatu yang absolut yang bisa dijadikan sandaran kuat dalam berhujjah. Sekolah menjadi tempat formalitas pengajaran. Bukan disebabkan ingin mencari ilmu, malah kadang tempat mencari musuh dan mencari jati diri yang tak pernah ditemukan.

Dunia pendidikan adalah dunianya kaum intelektualis. Dunia kaum modernis yang jauh dari sifat ekstrimis. tapi sekarang, pendidikan yang suram menghantui tiap orang sebab jauh dari sifat kebaikan bersamaan dengan runtuhnya moral dan etika dalam kehidupan.

Peran dari menteri pendidikan yang kurang optimal, peran dari tokoh agama yang masih terus dipertanyakan, peran  orang tua yang hanya memberi duit sekolah tanpa perhatian membuat pelajar bersandar hanya dengan kesadaran dan jauh dari keilmuan.

Masuk ke kelas hanya rutinitas tapi kosong dari pengetahuan. Mengisi absen kelas sebagai bukti kehadiran supaya dibolehkan untuk ikut ujian akhir. Itu saja tujuannya, pelajaran agama hanya 2 jam satu minggu di sekolah. Bagaimana orang mengerti akan pentingnya moral dan akhlak kalau pelajaran agama hanya sedikit yang diajarkan di sekolah.

Berasumsi bahwa agama hanya kelas tambahan, bukan sesuatu yang urgent yang mesti difahami oleh murid - murid di kelas. Tidak ada ketegasan dari pemerintah pusat dan tidak ada ketegasan dari pemerintah kota, kepala sekolah yang bisu hanya disebabkan beberapa lembar rupiah.

Tidak berfungsi tiap elemen yang mempunyai kebijakan dalam negara dan juga mandul dalam mengeluarkan kebijakan. Sebenarnya pelajar itu tidak terlepas dari namanya buku. Membaca dan menulis adalah bagian dari kebiasaan pelajar. Kalau kita lihat sekarang, pelajar tidak terlepas dari namanya pedang dan pisau.

Kelihatan sekali jauh dari sifat modernitas dan melekat sifat kebodohan dari pelajar. Jauh dari bimbingan ilmu dan dekat dengan kerusakan moral. Padahal Rasul diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Yang disayangkan adalah ilmu - ilmu yang diajarkan Rasul tidak diajarkan di kelas  dengan frekuensi yang banyak, hanya 2 jam seminggu. Lebih banyak matematik dari pada kelas agama.

Malah yang ironisnya, pelajar lebih tahu berapa detik batu terkena ke pelajar lain dengan berat batu 2 kg, bukan berfikir kalau dilempar batu ke pelajar lain akan menyakitkan dan membuat luka, tentu itu dilarang oleh Rasul. Miskin etika, miskin moral, miskin akhlak adalah cerminan pendidikan di Indonesia.

Rakus jabatan, takut kebijakan, berhati - hati kursi hilang dari sandaran, masih suka dilakukan oleh pemangku kekuasan. Sampai kapan ini semua selesai dari sebuah disorientasi pendidikan? Di dunia yang modern sudah saatnya adanya perubahan.

Di negara Amerika pun penembakan suka terjadi di dalam kelas dan banyak yang mati. Sebab jiwa yang kosong, hati yang gersang, tujuan hidup yang kabur, membuat pelajar bosan dengan keadaan yang seperti ini.

Jadi pendidikan agama adalah sesuatu yang mesti diprioritaskan dari sebuah sistem pendidikan. Pendidikan akhlak jauh lebih penting dari hanya sekadar ilmu duniawi yang hanya mengisi otak tanpa memperhatikan moral. Mari bersama kembalikan hak pelajar untuk mendapatkan bimbingan akhlak dalam legalitas pendidikan untuk memberikan yang terbaik buat agama dan masa depan bangsa.


Waalahu a'lam

08.42 | Posted in | Read More »

Jakarta berspekulasi

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Pesta demokrasi baru saja selesai dari kota yang terkenal dengan ; gedung pencakar langit, mall yang berderet disepanjang jalan ibu kota, sampai urusan banjir, macet dan pemukiman kumuh. Stigma itu tak akan pernah terlepas dari kota yang berpenduduk lebih kurang 12,5 juta jiwa itu. Pak Foke sapaan akrab dari Fauzi Bowo yang didukung oleh banyak partai masih tidak mampu mengalahkan Pak Jokowi, yang mempunyai nama lengkap, Jokowi Widodo dalam pemilihan Gubernur Jakarta untuk periode 2012-2017.


Yang patut disyukuri dari pemilihan gubernur Jakarta adalah berjalannya pemilihan dengan aman dan tertib. Tidak ada kerusuhan, tidak ada kecurangan dan manipulasi data. 

Konsep dari demokrasi berjalan baik. Pak Foke sudah berpuluh - puluh tahun kerja di pemerintahan Jakarta tapi kinerja yang diberikan olehnya masih jauh dari harapan warga Jakarta. Dari macet, banjir, pemukiman kumuh, birokrasi yang lambat, ketimpangan sosial, ketidakadilan terhadap orang miskin, penggusuran sesuka hati, transportasi yang semerawut dan sebagainya.

Warga Jakarta ingin perubahan, Ibu kota negara Indonesia ingin bersaing dengan kota - kota yang ada di dunia dan ingin maju seperti kota lain di dunia. Tentunya Jakarta sebagai barometer kemajuan negara. Kalau Jakarta saja masih jauh dari kompetitif kota - kota maju di dunia, bagaimana Indonesia masih ingin diakui menjadi negara yang berwibawa di mata dunia internasional, kalau permasalahan yang klasik itu masih jauh dari pembenahan?

Jadi solusinya adalah Jakarta perlu pemimpin baru, Jakarta memerlukan konsep baru. Pak Jokowi memberikan banyak konsep untuk kemajuan Jakarta yang tidak dimiliki oleh Pak Foke. Sebab menurut Pak Jokowi, APBD Jakarta itu mencapai 140 Triliun, angka yang luar biasa banyaknya. Kalau digunakan untuk sekolah gratis, kesehatan gratis, transportasi, tentu sangat cukup untuk bisa merubah tata kota Jakarta yang sudah rusak ini.

Ketika keberpihakan banyak partai untuk mendukung Pak Foke dalam putaran kedua sangat mengejutkan banyak pihak, sebab diketahui Pak Foke adalah sosok pemimpin yang mempunyai konsep kurang bagus dalam tata kota dan birokrasi yang tidak terkelola dengan baik dan beliau adalah seorang pemimpin yang kurang mendengar masukan dari orang lain, sebagaimana yang dikatakan oleh Pak Yusuf Kalla.

Yang pastinya, semua pun tahu tentang kinerja beliau selama 5 tahun menjabat jadi orang nomor satu di Jakarta. Motor partai tidak berjalan lancar walau pertama kali mendengar banyaknya partai mendukung,  cukup membuat risau kubu Pak Jokowi, tapi dengan sifat kesetiaan warga Jakarta untuk terus mendukung Pak Jokowi sampai kursi Gubernur dapat diraih dan tidak akan menyerah walapun ratusan partai mendukung Pak Foke, ditambah statment keoptimisan Pak Jokowi ketika banyaknya partai yang mendukung Pak Foke, dengan tegas beliau berkata,

 " Kami berkoalisi dengan rakyat..! ". 

Maka pada waktu itu seolah – olah rakyat tidak sejalan dengan partai, rakyat adalah konstituen dan partai hanya sebagai penggerak. Bahkan banyak mandat partai yang tidak di dengar oleh anggotanya, sebab apa yang dikatakan oleh partai untuk terus memberikan dukungan terhadap Pak Foke  tidak sejalan dengan hati nurani.

Hati dan perintah partai tidak seimbang, tidak mungkin ketika kita melihat kumuhnya Jakarta, tata kota yang tidak tersusun dengan rapi, keberpihakan terhadap investor dari pada pasar tradisonal, kemacetan yang menjadi ciri khas Jakarta, transportasi umum yang jauh dari standart tidak mungkin para konstituen masih memilih Pak Foke untuk menjadi Gubernur, yang dilihat kinerjanya masih lemah dan tidak sesuai harapan warga Jakarta. Walaupun banyak partai yang melakukan kontrak mahar dengan Pak Foke.

Banyak simpatisan partai bahkan kader partai tidak memilih Pak Foke untuk menjadi Gubernur yang kedua kalinya, itu hal yang wajar. Jika kita lihat bagaimana Jakarta selama 5 tahun ini tidak terlihat hasilnya, hanya bangunan pencakar langit yang semakin tinggi, kemacetan yang semakin tidak teratur, pemukiman kumuh semakin banyak. Maka itu yang membuat warga Jakarta bosan dengan keadaan seperti itu. 

Warga Jakarta ingin solusi yang kongkrit, walau Pak Jokowi dan Pak Basuki dari kota kecil ; Solo dan Belitung Timur, tapi mereka berpengalaman dalam mengelola tata kota dan berhasil di kota mereka masing – masing, bukan sekadar kata tanpa bukti, semua ini sebab kinerja beliau yang memuaskan banyak pihak.

Pak Foke pun dipilih kembali oleh sebagaian warga Jakarta bukan sebab beliau ini pakar dalam permasalahan Jakarta, melainkan wakil Pak Jokowi itu Kristen yang ditakutknya akan memimpin Jakarta dan ditakutkan Pak Jokowi berpindah rel ke kursi Presiden sebelum jabatannya habis. Itu yang ditakutkan banyak pihak, tapi itu kemungkinan kecil, sebab :

Tak lama setelah menjadi pemenang quick count semua lembaga survei, Pak Jokowi kembali mengumumkan janji-janjinya. Sebagian janji ini mengulang apa yang diungkapkannya semasa kampanye, tapi sebagian adalah komitmen baru. Inilah 6 janji yang perlu ditagih setelah pria kelahiran Solo berusia 51 tahun itu menjadi Gubernur

1- Berinteraksi dengan warga walau di gang Kumuh

 "Kelak jika kami resmi menjadi Gubernur dan wakil Gubernur, tak akan lelah kami bekerja untuk Anda mengunjungi gang kumuh, jalan besar. Mulai pasar tradisional, kompleks, gedung-gedung, untuk berjuang bersama mewujudkan Jakarta baru,". 

 2- Tak Main Proyek 

Jokowi mengaku akan mengelola keuangan APBD secara baik dan tidak 'bermain' proyek. "Saya memang berasal dari lingkungan dunia usaha, usaha saya seratus persen ekspor. Di Solo sama di sini juga sama. Jadi tidak pernah bermain yang namanya proyek," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Pos Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No 22, Menteng, Jakarta Pusat. Pak Jokowi mengaku keluarganya banyak yang menjadi pengusaha. Namun, Jokowi menegaskan dirinya tidak akan memanfaatkan jabatan untuk usaha keluarganya. "Beberapa saudara saya memang pengusaha, tapi masyarakat dan media dapat mengawasi nantinya," ujarnya.

3- Tidak Pakai Voorijder 

Voorijder adalah petugas pembuka jalan yang bertugas juga melakukan pengawalan keamanan. Semasa kampanye, Jokowi berjanji tidak akan memakai voorijder yang kadangkala memicu macet. Setelah menang quick count, janji itu diulanginya lagi. "Tidak pakai pengawalan," ucap Jokowi di Posko Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No 22, Jakarta Pusat. Menurut Jokowi, penggunaan pengawalan bukanlah gayanya. Gaya tersebut kemungkinan besar juga akan diikuti oleh wakilnya Ahok. "Bukan gaya Saya pakai pengawalan seperti itu. Mas Basuki juga Saya rasa seperti itu," terangnya.

4- Kartu Pintar dan Sehat 

Jokowi telah memiliki program 100 hari di bidang kesehatan dan pendidikan yang akan direalisasikannya setelah dilantik sebagai DKI-1 pada 7 Oktober nanti. "Saya sudah sampaikan dalam waktu 100 hari kartu 'Jakarta Sehat' dan 'Jakarta Pintar' sudah harus terbit," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Posko Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No 22, Menteng, Jakpus, Kamis (20/9/2012). 

5- Rombak Birokrasi dan Mudah Diakses

Jokowi juga berjanji merombak sistem birokrasi di pemerintahan provinsi DKI Jakarta. "Saya rasa birokrasi yang mental melayani sudah bisa dilakukan dalam waktu 3 bulan Saya kerja," Pak Jokowi yang menjadi bintang berkat media massa, juga berjanji akan membangun hubungan baik dengan media setiap saat. Dia mengaku siap dihubungi 'pemburu berita' sepanjang hari.

Masyarakat yang memerlukannya juga akan dilayaninya. "Saya juga akan akses kepada media yang ingin wawancara selama 24 jam penuh, Saya layani. Semuanya. Masyarakat juga boleh. Tapi kalau bisa yang penting-penting saja. Kalau tidak penting, ya nggak usah. Karena saya melihat media sebagai alat kontrol di segala hal, jangan sampai ada informasi-informasi yang tidak terungkap ke publik. Jadi saya tidak mau tutup tutupi informasi ke publik, ya melalui media itu," . 

6- Janji 5 Tahun Pimpin Jakarta 

Isu Joko Widodo akan maju di Pemilu Presiden 2014, sempat membuat calon dengan nomor urut 3 ini terpojok. Tapi Jokowi menegaskan komitmennya memimpin Jakarta lima tahun bila nanti terpilih. "Sudah saya sampaikan, berbelas-belas kali. Komitmen Saya sudah Saya tegaskan, Jokowi komitmen. Itulah janji dari Pak Jokowi, tinggal bagaimana nanti ke depannya. 

Moga Jakarta bisa menjadi lebih baik lagi ke depan. terbukti isu SARA yang selalu dihembuskan oleh pihak Pak Foke tidak begitu berpengaruh terhadap warga Jakarta, sebab rakyat Jakarta pemilih yang rasional, pemilih yang cerdas. Jadi isu seperti itu tidak akan berpengaruh oleh rakyat Jakarta yang mempunyai intelektulitas yang cukup tinggi. memang kalau kita boleh katakan bahwa Pak Jokowi berkoalisi dengan rakyat, bukan dengan partai politik yang kadang meminta mahar dari dukungannya. PDIP dan Gerinda saja yang mendukungnya, kalau kita lihat dari Pak Foke, partai - partai penguasa mendukung beliau, tapi dukungannya tidak membuahkan hasil. Buat apa membohongi hati kita untuk memilih pemimpin yang tidak memberikan keberpihakan terhadap rakyat dan mendahulukan investor?

Media sangat berpengaruh atas terpilihnya Pak Jokowi menjadi gubernur Jakarta. Karenanya visi dan misi yang disampaikan oleh Pak Jokowi diketahui oleh masyarakat luas. Bahkan pemilih setia Pak Jokowi menang atas lawannya Pak Foke di markaz partai - partai pendukung Pak Foke, memang kekalahan Pak Foke itu mutlak sebab warga Jakarta sudah tidak ingin lagi dipimpin oleh orang seperti beliau. Jadi mau bagaimana pun besarnya dukungan partai, kalau orangnya seperti Pak Foke? ratusan partai pun yang dukung beliau, belum tentu bisa duduk di kursi Gubernur. isu SARA yang dimainkan oleh pendukung Pak Foke tidak laku, malah itu bumerang buat mereka.

Isu seperti itu silakan dimainkan tahun 60-an, tapi tidak untuk sekarang, rakyat sudah banyak tahu tentang semua ini. Rakyat bukan konstituen bodoh yang bisa termakan dengan isu seperti itu. SARA yang selalu diserang oleh kubu Pak Foke membuat orang banyak yang simpati terhadap kubu Pak Jokowi, bukan malah menjauh untuk tidak memilih Pak Jokowi.

Pak Foke juga nampak pemimpin yang terlalu emosional, sebaiknya sebagai pemimpin itu tidak mengedepankan emosi dan mengedepankan ego.

Ketika dikritik Pak Foke dalam debat kandidat, lihat bagaimana Pak Foke menangggapinya dan cara menjawab beliau? Tinggi suara dan nampak meninggikan diri. Jadi kalau seorang pemimpin yang perlu pengawal untuk menjalani tiap kerja di Jakarta, apakah dengan ini beliau merasakan macetnya Jakarta? Mengetahui kumuhnya Jakarta? tiap apa - apa banyak pengawal, ke sana sini.

Tapi Pak Jokowi beliau tidak mau menggunakan pengawal, sebab beliau ingin merasakan macetnya Jakarta, bagaimana warga merasakan itu semua. Jauh sekali akhlak Pak Jokowi dengan Pak Foke dalam berkerja. Pak Foke mengatakan bahwa semua sikapnya bersandar terhadap Al-Quran, bukti sederhana adalah penggusuran dengan paksa. Apakah itu diajarkan oleh Al-Quran? Jadi isu agama yang suka dijadikan motor penggerak konstituen untuk memilih Pak Foke tidak laku bahkan dicemooh oleh orang - orang, sebab bermain bukan dari visi dan misi, melainkan dengan isu agama.

Kriminal di Jakarta yang sangat tinggi, membuat Jakarta semakin jauh dari aman. Kalau naik angkot takut ada pemerkosaan, naik busway takut ada pelecehan seksual, naik mobil pribadi pasti macet. Sungguh Ibu kota yang sudah sakit.

Jakarta itu kota terbesar di Asia Tenggara, memang tidak bisa dibenahi dengan sekali jalan, tapi mempunyai proses yang panjang dan warga Jakarta tahu tentang itu semua, yang diinginkan adalah tiap tahun itu nampak ada bangunannya, ada yang baru dibuat oleh pemerintah.

Kalau hanya bersuara bahwa Jakarta itu besar, semua orang tahu. Kerja nyata itu lebih penting dari hanya sekadar teori di atas kertas. Lahan terbuka hijau, itu semakin sedikit. Sebab Pak Foke selalu membangun mall - mall yang banyak, tidak dibatasi. yang menyebabkan taman diganti dengan mall, pohon ditebang buat supermarket. Jakarta semakin panas, tidak ada ruang hijau, tidak ada saluran penyerapan air kalau datang hujan.

Kurang optimal dalam sterilisasi sungai yang ada di Jakarta, sampah dimana mana. Pemukiman kumuh yang ada ditepi sungai - sungai di Jakarta tidak dirubah. Tata kota yang rusak, tata kota yang hancur, itulah Ibu kota negara Indonesia. Moga akan datang Jakarta bisa menjadi lebih baik, lebih sejahtera dan lebih maju.

Kemenangan Jakarta adalah kemenangan Indonesia, sebab Jakarta adalah barometer kemajuan negara dan menjadi contoh buat provinsi yang lain dalam memajukan provinsinya, bagaimana perkembangan Jakarta selepas dipimpin oleh tokoh yang berkoalisi dengan rakyat, mari bersama kita saksikan pergerakan dan aksinya 5 tahun  kedepan untuk Jakarta dan untuk Indonesia.

12.29 | Posted in | Read More »

Bom! otakmu.

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Rohani Islam ( Rohis ) sebagai sarang teroris, pondok pesantren sebagai tempat melatih teroris.
semua mata tertuju kepada umat Islam, mata menjelik bagai orang berdosa tanpa masuk neraka.
berbicara tentang teroris tanpa ilmu, yang tergambar di otaknya hanya Islamlah sumber permasalahan.
bodoh..! kata yang sesuai buat mereka - mereka yang suka mengkambinghitamkan permasalahan bom yang ada di Indonesia dan dunia kepada
organisasi Islam.

bom yang terjadi di depok baru - baru ini, teror yang ada di Solo, tidak lain selain mengalihkan isu - isu tentang penghinaan Nabi s.a.w yang berlaku di Amerika.
Yahudi memang pandai dalam mengalihkan isu, dialah nomor satu di dunia orang paling licik yang selalu bermain dalam dunia konspirasi.
Pengalihan isu Suriah yang banyak memakan korban, isu Syi'ah yang banyak berkembang di Indonesia sekarang - sekarang ini,
semua bisa berubah dengan sekelip mata, buat satu konsep untuk memecah ruang fokus manusia.

kecaman banyak keluar dari para ulama Indonesia, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung mengecam pemberitaan salah satu stasiun televisi swasta nasional tentang kegiatan rohani Islam (Rohis) di sekolah dan kampus. Dalam siaran terserbut, Rohis disebut sebagai sarana pembentukan teroris muda.

"Bagaimana mungkin, organisasi yang memiliki peran besar dalam menyelamatkan pemuda agar memiliki pribadi yang berkarakter, justru dinyatakan sebagai tempat pembentukan teroris," kata Ketua MUI Lampung, Drs H Mawardi AS, di Bandar lampung, Sabtu (15/9).

Dia minta media televisi tersebut segera meralat pemberitaan tersebut, karena dapat membentuk opini menyesatkan bagi masyarakat luas. " Justeru saya lihat lewat Rohis itulah anak-anak muda mulai mengerti dan memahami ajaran agamanya dengan baik, belum tentu orang tua mereka memberikan pendidikan agama yang baik dan diperlukan mereka.

Islam mengajarkan perdamaian, Islam rahmat buat semesta alam, Islam itu keindahan, Islam lahir sebab banyak kebodohan.
orang buta yang berbicara tentang bom dan mengatakan itu sebab ajaran Islam, sungguh menyakitkan.
bahkan menyebut Rohis adalah penyebabnya, di rumah kecil itu anak - anak belajar mengenal Tuhan, di tempat itu mereka diajarkan arti dari kebenaran.
bukan diajarkan cara pemboman.

mestinya pembicara di Metro TV itu lihat dengan kaca mata ilmu, bukan atas dasar benci atau pun phobia dengan organisasi keislamaan.
dunia sudah tahu, siapa yang suka membuat konspirasi di dunia ini, ekonomi Indonesia sudah masuk dalam ekonomi pesat dan ekonomi besar dunia.
jadi negara yang mayoritas Islam itu tidak dibenarkan untuk terus maju dan berpengaruh dikancah Internasional.
maka dibuatlah satu konspirasi yang membuat investor makin jauh dari Indonesia : pemboman.
jurus yang ampuh buat mengusir investor dunia dari Indonesia, cara yang mudah membuat orang benci dan takut terhadap Indonesia.

sebab dengan cara ini, pengusaha akan membawa duit itu keluar dari Indonesia dan media akan mengatakan bahwa Indonesia tidak aman. Maka akan keluar travel warning dari tiap negara untuk melarang warganya buat berpergian ke Indonesia.
dengan cara ringan itu Indonesia akan semakin menjauh dari pusaran ekonomi dunia.
Islam agama yang sangat mudah diterima masyarakat dunia, sebab itulah perkembangan Islam di Eropa begitu pesat.

Musuh Islam sekarang bukan saja orang Kafir, melainkan orang bodoh dari umat Islam sendiri.
Islam menyerang Islam, bukan atas pemahaman yang tinggi atas Islam, tetapi sebab kurang ilmu tentang keislamaan.
jangan mudah terprovokasi wahai umat Islam, sebab konspirasi mereka selalu bisa terbaca dengan akal sehat dan iman yang kuat.

mari bersama selamatkan dunia dari semua propoganda Yahudi dan Amerika,
karenanya sesama umat Islam saling fitnah, saling tuduh menuduh, saling mengangkat suara dan merasa yang paling benar.

Waalahu a'lam


03.56 | Posted in | Read More »

Sex itu pencitraan

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Berbuat baik itu sebuah pencitraan, melakukan yang beda masih dikatakan pencitraan, menolak mobil mewah dari negara, apa masih disebut pencitraan?
kadang masih banyak yang mempunyai stigma negatif dari sebuah kebaikan, ini bisa bahaya saudara.
orang bersih - bersih di bandara Soekarno- Hatta masih saja ada yang mengatakan ini adalah cari perhatian atau pencitraan.
jadi yang diinginkan Anda seperti apa?
pejabat yang skandal sex, korupsi, money politic,
itu bukan pencitraan kah?

menjadi orang yang baik  disebut pencitraan, menteri yang tidur bersama para petani untuk menerima keluh kesahnya disebut pencitraan?
jadi tendensi pencitraan yang orang-orang suka sebut tiada lain melainkan kata tanpa makna.
pencitraan itu bukan rakus media, pencitraan itu bukan tamak popularitas,
memang orang yang berbeda itu akan disorot wartawan.

selama ini adakah pejabat negara yang menolak mobil dinas mewah ? ada yang naik KRL? bersih - bersih toilet bandara?
jadi kalau mereka melakukan  semua ini maka dikatakan pencitraan?

kalau pejabat berbuat mesum, nonton porno di parlemen, skandal sex, korupsi, bisa tidak disebut pencitraan?
sebab sama - sama masuk media dan terkenal, pejabat mau berbuat baik dikatakan cari muka,  melakukan terbaik buat negara dan memberikan contoh buat pejabat yang lain 
dikatakan cari  popularitas.

yang diinginkan orang - orang dari sebuah pencitraan apa?
kalau ada seorang pejabat negara melakukan keberhasilan dalam bidang tertentu, setelah itu dia masuk berita, ohh dia itu cari muka saja dan mengatakan sebetulnya itu penghargaan bohong,
itu semua adalah propoganda media saja, sebab media mereka yang menguasai jadi akhirnya mereka- mereka ini diangkat oleh media.
jadi yang mendapatkan anugerah atau pun penghargaan itu tidak layak masuk berita dan menjadi tauladan buat pejabat yang lain?!!

Hmm...
cobalah jangan terlalu terbawa oleh kata-kata pencitraan tanpa mengetahui maksud dari itu,
kata pencitraan itu kan baru - baru saja dikenal masyakarat,
tiba - tiba orang yang melakukan tauladan sedikit, melakukan yang berbeda dari pejabat lain dikatakan pencitraan.

berpolitik silakan, bermuka dua itu tidak dibenarkan, kita tahu orang itu tidak pernah kerja dan turun ke masyarakat, tiba - tiba ada pemilihan gubernur dan akhirnya dia 
membantu masyarakat ini dan itu.

Okay itu bisa dikatakan pencitraan, nahh...kalau kita lihat orang yang suka masuk media ini, memang perangai dia, sikap dia berpolitik
dan dalam berkerja memang rajin, jadi jangan dikaitan dengan kata pencitraan.

fahami makna pencitraan kalau Anda tidak ingin terjebak oleh media, berbeda tidak salah, yang salah itu yang tidak mengerti arti perbedaan.
berkerja dan berkerja, urusan nanti masuk berita atau tidak bukan jadi masalah dan yang terpenting bisa memberikan kemajuan terhadap negara.

08.27 | Posted in | Read More »

Islam dan Peradaban

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Barat dan Islam. Pertentangan dua peradaban besar di dunia ini tak akan pernah habis, walau pun putaran arah jam sudah berhenti.
tentu dengan semakin majunya peradaban Islam di dunia ini membuat Barat semakin takut,
terkhusus masalah politik Islam yang terus maju dan tampil di pentas dunia.

seperti yang digambarkan DR. Qosim Abduh Qosim, seorang pakar sejarah, " Bahwa persepsi Barat terhadap Islam itu bertolak belakang dengan keadaan sesungguhnya,".
dari statment yang beliau sampaikan ini, kita bisa mengambil konklusi bagaimana orang - orang Barat itu banyak pengkaburan paradigma disebabkan
tokoh - tokoh Barat melalui media yang mereka kuasai,

media mereka menyampaikan kepada masyarakat Barat, bahwa Islam itu agama tertinggal, agama teroris, agama orang miskin.
peradaban Barat semakin terancam ketika kita tahu krisis yang terjadi di Barat sekarang ini,
membuat mereka lebih waspada dari ideologi Islam yang sudah menguasai sudut - sudut jantung kota.

walau pemerintah mereka selalu menyebut Islam adalah sarang teroris, Islam itu agama yang mengajarkan peperangan, agama yang merusak tatanan kehidupan bermasyarakat dan Islam pun agama yang harus diwaspadai setelah runtuhnya komunisme,
sebagaimana yang dikatakan penasihat gedung putih Samuel Hungtington.
tapi itu bukan suatu hambatan yang besar, sebab  Arus teknologi tak akan bisa terbendung, membuat Barat gigit jari, dengan banyaknya website Islam yang masuk di negara- negara Barat, membuat masyarakat Barat merubah keyakinannya dan berpindah untuk memeluk Islam.

Islam adalah komponen yang tak akan terpisahkan dari : Agama, Masyarakat, Negara dan Peradaban.
peradaban Islam akan menjadi peradaban yang besar di kemudian hari,
menjadi peradaban yang akan menggantikan peradaban Barat yang kiat tahun semakin nampak kelemahannya.
dari jatuhnya kapitalisme, penggangguran yang meningkat tajam, banyak yang diberhentikan dari pekerjaan dan lain sebagainya.

Islam mengajarkan bahwa akal tidak akan membantah hukum Tuhan.
jadi apa yang ada di akal kita, maka hukum Tuhan akan sejalan dengan itu,
bukan berlainan arah.
seperti yang ada di Barat, akal mereka mengatakan Tuhan tidak mungkin dibagi menjadi tiga tugas.
Tuhan Bapak, Ruh Qudus dan Tuhan anak ( Yesus ).
kalau begitu pembagian tugas, maka tidak ada yang menguasai alam ini secara mutlak.

akal orang Barat membantah doktrin tersebut. Tapi, mereka wajib menelan mentah - mentah doktrin yang tidak sejalan dengan akal mereka.
yang menyebabkan banyak orang yang barat atheis sebab mereka tidak percaya terhadap agama
karena agama merusak akal.
Islam mengajarkan bahwa hukum Tuhan dan akal sejalan dengannya, selalu satu arah.
bahwa Tuhan itu satu, dia tidak beranak dan juga tidak diperanakkan.

Barat memfitnah dan melakukan propoganda di media massa yang mereka kuasai,
semakin lama maka orang pun akan makin bosan dengan sifat konservatif yang selalu ditutupi oleh topeng kemunafikan para tokoh Barat.

Peradaban itu adalah cita - cita tertinggi dari pergerakan politik, peradaban membuat orang makin maju, tahu adab, faham keilmuan yang tinggi, hukum agama sebagai tauladan.
clash yang makin menajam antara Islam dan Barat akan terus mewarnai politik dunia, tak akan pernah habis.
sebab ini bukan sekadar politik, tapi sudah masuk ke ranah agama.
Kita berharap peradaban Islam akan menjadi peradaban yang disegani, peradaban yang makin maju.
sesama Islam saling membantu bukan mudah diprovokasi dengan isu - isu murahan. Sebab darah sesama Islam itu lebih tinggi dari negara dan lebih tinggi dari keluarga.

Waallahu a'lam.

09.50 | Posted in | Read More »

Mahasiswa Parasit

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Mahasiswa identik dengan kemajuan, perubahan atau kemunduran suatu bangsa.
sebagai agen perubahan mahasiswa dituntut untuk bisa merubah sesuatu yang masih cacat.

banyak aksi yang selalu dibuat mahasiswa untuk tergapainya satu kemajuan.
contoh terdekat tumbangnya rezim Soeharto disebabkan peranan yang diberikan mahasiswa
dengan bervariasi perjuangannnya.

Agen of Change dan Social Control adalah tugas yang begitu berat yang mesti dilakukan oleh orang yang bergelar mahasiswa.
selain berfungsi menjadi agen perubahan, pergerakan sosial di masyarakat pun harus di kontrol oleh mahasiswa supaya menjadi lebih baik dan lebih maju.
jadi peranan mahasiswa sangat banyak dalam kemajuan bangsa.

Tapi yang disayangkan tidak sedikit mahasiswa yang sudah lari dari fungsinya.
malah yang terjadi mahasiswalah yang merusak moral bangsa, mahasiswa yang suka membuat konspirasi, mahasiswa yang menyulut api permusuhan.

di Mesir akan diadakan pemilihan Presiden PPMI, kemarin para calon datang ke Zagazig untuk persentasi apa yang dia inginkan setelah menjadi Presiden.
dengan berbagai visi dan misi dipaparkan para calon dengan santun dan beretika.

kedua pasangan calon berkomitmen untuk merubah apa yang terjadi selama ini tentang konflik regional yang ada di Mesir dan Penulis sudah membahas dalam tulisan sebelumnya tentang maksud dari konflik regional.
Alhamdulilah, mereka sama sama ingin menjauhkan clash of culture yang sudah lama mengakar di Mahasiswa Mesir.

dari kedua calon itu tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa ingin adanya perpecahan, semua ingin merangkul di antara satu sama yang lain.
tapi, kalau Penulis lihat yang jadi masalah adalah tim-sukses dari kedua calon yang masih terkadang selalu menimbulkan isu isu yang sebetulnya tidak patut untuk
dikatakan dan nampak berorganisasi yang tidak beretika.

Seperti  perkataan , " Mahasiwa mesti terlepas dari partai, Mesti jauh dari intervensi mana pun.
sebenarnya kata kata ini terlalu memperuncing suasana.
mestinya kita berjalan dengan demokrasi yang damai tidak perlu isu isu begitu disampaikan.
harusnya Tim- Sukses itu menyampaikan kepada jenis program atau mengkritik pada program bukan isu isu murahan seperti itu.

yang lebih parah adalah mereka sang provokator.
bukan tim- sukses cuma suka memprovoksi.
dia tidak pilih calon A, cuma bicara dan menjelekkan B.
dan dia pun bukan pilih calon B tapi menghina yang pilih A.

padahal ketika pemilihan pun dia tidak datang, cuma ingin memanaskan suasana pemilihan Presiden saja. Penulis mengatakan bahwa itu adalah mahasiswa parasit.
mahasiswa parasit itu masih banyak di kalangan mahasiswa.
jadi kita mesti hati hati dari para mahasiswa parasit yang ada di sekitar kita.
mereka ingin memperkeruh suasana dengan propoganda- propoganda murahan.

Hidup mahasiswa...!

07.12 | Posted in | Read More »

Kompas ingin dibaca

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Media memang punya peran penting, salah satunya adalah untuk membakar dan memprovokasi hati hati para pembaca.
karena tulisan itu lebih tajam dari sekadar lisan. Mahasiswa Azhar sekarang tengah membicarakan masalah yang terjadi
di kompas.  

Media massa ini cukup terkenal di kalangan mahasiswa cuma media ini tidak terlalu mengakar di benak para mahasiwa,
tidak seperti media massa yang lain.

apa yang jadi perbincangan hangat mahasiswa Azhar sekarang?
ialah tampilan gambar yang mengejutkan semua pihak.
ini beritanya :

sumber : klik
gambar ini diambil yang pasti bukan di kedutaan Indonesia, Mesir.
cuma kenapa yang diletakan gambar seperti ini.
tanggapan dari mahasiswa pun bervariatif : 
ada yang mengatakan : " Demo saja KBRI untuk melakukan pressure terhadap kompas ini..!".
ada juga yang lebih tenang : " Sampaikan ke KBRI dengan cara santun dan sampaikan apa yang  diinginkan mahasiswa ke pihak kompas dan KBRI menjadi mediator"

kompas ini ingin bermain dengan mahasiswa Mesir dengan tujuan medianya ingin lebih dikenal oleh mahasiswa atau memang meletakan gambar itu tanpa ada tujuan apa apa?!
tapi kalau difikir tidak mungkin tanpa tujuan.
pasti ada tujuan tersirat dari semua ini.

cuma kita jangan terprovokasi dari isu yang ada sekarang tentang ilustrasi gambar itu.
kita berikan hak kepada kedutaan buat menyelesaikan masalah ini dengan bijaksana.
jangan terlalu over menanggapi masalah seperti ini, sampai mau demo.

bentuk delegasi tiap kekeluargaan datang ke KBRI menanyakan masalah ini dengan baik baik, jangan berani komplain di group saja, marah marah di wall dan mengajak orang lain supaya ikut menghujat, hina sana sini tanpa berikan solusi.
tunjukan bahwa Anda mahasiswa yang beredukasi.
Insya Allah semua akan baik baik saja kalau dilakukan dengan prosedur yang baik.

22.01 | Posted in | Read More »

Presiden PPMI dan Keberanian

Penulis : Ekta Yudha Perdana


Pergolakan demokrasi mahasiswa Mesir selalu berputar dari tahun ke tahun. Pemilihan Presiden pun akan menghadap kita sebentar lagi.
dalam pemilihan Presiden organisasi ini selalu terbentur dengan konflik regional antara PKS dan non PKS.
jadi terlihat sempit dan tidak berkembang dalam ruang gerak yang terarah dalam dua sisi mata uang yang berlainan.
sebenarnya siapa pun yang dimajukan dari tiap golongan adalah yang terbaik di antara mereka.
jadi mereka sudah menimbang kelebihan dan kekurangannya.
bahkan suka terdengar celoteh kawan kawan, " Siapa ni yang dimajukan dari PKS?! dan siapa lawannya?
dari dulu organisasi di Mesir ini selalu begitu.
terkungkung oleh ideologi sempit.

pasti ditanya siapa dari PKS dan siapa lawannya?
seperti dua golongan ini saling bermusuhan saja. Padahal ini suatu tempat sekolah organisasi.
ruang gerak di Mesir masih nampak sempit tidak seluas Indonesia.
katanya mengunakan system goverment. Tapi ruang politik masih bergerak dalam ruangan dikotomis.

Coba buka mata kita sebagai mahasiswa. Jangan mau terbawa dengan suasana seperti tahun tahun sebelumnya dalam pemilihan Presiden PPMI.
berkutat dalam konflik regional. Bebaskan fikiranmu dalam melihat ruang lebih luas dan berfikirlah lebih jernih dan jauh dari sifat fanatik.
dari dulu visi dan misi tidak lepas dari memajukan prestasi mahasiswa, membuat program internasional dan bla bla bla. Coba buat visi misi menyatukan semua elemen mahasiswa dengan berbagai jenis program grassroot.
moga bisa meminimalis  sifat  anti PPMI.

Jadi kadang modal berani itu sudah cukup jadi Presiden PPMI. Presiden PPMI dari tahun ke tahun terlihat dari visi dan misinya masih kelihatan basi dan lebih kurang sama seperti tahun tahun sebelumnya.
bahkan tidak membuat program baru, hanya meneruskan program yang belum terlaksana dari angkatan sebelumnya.

sebetulnya kanker yang sudah mendarahdaging di tubuh mahasiswa Mesir adalah sifat tidak menerima kebenaran sebab Presidennya bukan dari golongan dia.
dan akan terus mencari kesalahan tanpa memberikan solusi.
bahkan melihat satu kekurangan dari Presiden PPMI jauh lebih penting dari pada melihat jutaan kelebihan yang dimilikinya.

Menjadi pemimpin mahasiswa Mesir tidak mudah. Jiwa kritis yang dimiliki mahasiswa Mesir sangat kental dan terus nampak di raut wajah - wajah para mahasiswa.
jadi mesti siap untuk dikritik dengan cara kasar atau pun lembut.

prestasi adalah bukan syarat utama untuk menjadi Presiden PPMI. Syarat utama menjadi Presiden adalah berani.
berani merubah persepsi mahasiswa Mesir atas pendikotomian yang sudah nampak seperti konflik regional.

Penulis mengatakan konflik regional itu ialah antara PKS dan Non - PKS, dan itu seperti kentut.
memang tidak kelihatan konflik itu, cuma terasa.
jadi kalau kita ingin memajukan organisasi di Mesir ini.
maka bersatulah dan dukung siapa pun yang terpilih nanti kalau Ia mengajak kepada yang lebih baik.

Majulah PPMI..!

00.18 | Posted in | Read More »

Kontrak Di Atas Angin

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Pemilihan Gubernur semakin mendekat. Warga Jakarta pun punya pilihan masing - masing dalam memilih Gubernur nanti.
Pak Foke dan Pak Jokowi hubungannya semakin menggeser dari yang dulu damai damai saja di putaran pertama dan di putaran kedua ini sudah mulai perang mulut.
Dengan beberapa sindirian yang ada di Video ketika adanya kebakaran di Karet Tengsin, Jakarta Selatan
Gubernur mengatakan " Pilih sapa lu? kalau pilih Jokowi ke solo aja noh..!
ini Gubernur loh....
ketika Pak Jokowi diminta tanggapannya mengenai itu, dengan tenang dan bijaknya Dia mengatakan " Iya serahkan saja kepada panita pemilu DKI".

Saat Pak Jokowi bersama Gembel - Gembel kali Ciliwung, ditantang Pak Foke oleh Pak Jokowi.
berani ga nyebur ke Ciliwung?!
dan Pak Foke jawab, buat apa nyebur di Ciliwung.
saling sindir sudah sering didengar sebab semakin dekatnya pemilihan Gubernur akan dimulai.
Pak Jokowi tentu sebagai orang yang "diserang" oleh partai partai besar dan Pak Jokowi masih menggunakan personal branding.
apakah masih bisa melawan partai partai besar itu?!

Pak Jokowi menanggapi, " kita koalisi dengan rakyat...!
dengan tegas Pak Jokowi ingin membangun koalisi dengan rakyat.
Pak Foke selepas mendapatkan angin segar dari partai PKS bahwa mereka siap memberikan tenaganya untuk menjadikan Pak Foke sebagai Gubernur yang kedua kalinya.

Pak Anas Urbaningrum menyahutnya " Ahlan PKS...".
Golkar dan Demokrat dua partai besar mendukung Pak Foke dalam putaran kedua di Jakarta.
dan tentunya PKS bukan partai besar cuma punya kader cukup solid.
yang kebanyakan orang menyangka bahwa PKS akan mendukung Pak Jokowi ternyata jauh api dari panggang, PKS berbalik arah.

dulu hina hina Pak Foke sekarang sebagai pembantu setianya. Ya itulah politik punya kebijakan masing masing. PKS mengatakan Pak Jokowi tidak hadir ketika diberikan masa untuk membincangkan masalah masa depan Jakarta dan mengatakan Pak Jokowi tidak sejalan dengan PKS.
sebetulnya ditakutkan PKS tidak jauh jauh ialah Pak Jokowi belum habis jadi Gubernur 2017 sudah pindah rel lagi ke wakil Presiden menemani Pak Prabowo.

ketika ditanya ke Pak Jokowi pasal ini, Dia jawab, "Saya belum tahu jadi atau tidak Gubernur dan Saya tidak berani menjanjikan itu semua".
kita sudah tahulah banyak janji janji Politikus yang keluar dari mulutnya hanya untuk mendapatkan suara.
semua itu tidak terbukti. Sampai Pak SBY sekali pun.
janji mereformasi birokrasi.
sampai sekarang masih rusak.
membenahi korupsi Indonesia, mana? mana kontrak yang dulu? Partai Demokrat para pembesarnya kena skandal korupsi.

kok yang dulu memberikan syarat kepada Pak SBY diam saja.
dan partai yang teken kontrak dengan Pak SBY pada waktu itu, senyum senyum saja.
berani turunkan Pak SBY?!
mana berani, Menteri - Menteri mereka masih duduk manis dibangkunya masing masing.
janji itu hutang, bung..!
Silakan Anda turun dari kursimu..! - sebab sudah tidak sejalan dengan Pak SBY.

kontrak dan tidak kontrak omong kosong.
semua sama saja.

ketika mendapatkan dukungan dari PKS dengan senyuman yang indah nampak dari raut Pak Foke sebab kapasitas dia tidak lebih dari Pak Jokowi.
mana ada Pak Foke ditakutkan akan dicalonkan jadi Presiden atau Wakil?!
urus Jakarta saja sudah binggung.
kebakaran itu sudah tiap hari.
masih dipilih juga?!
macet sudah menjadi ciri khas, banjir sudah langganan.
masih mau pilih Dia?

Jangan terlalu banyak spekulasilah dalam bermain politik. Kita hadapi yang ada di depan kita saja dulu.
kontrak di atas angin jangan pernah dilakukan, nanti anda jatuh saudara.



21.29 | Posted in | Read More »

Minyak dan Agama

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Di negara mana pun minyak dan agama sesuatu yang urgent untuk menjadi sebuah negara yang bermartabat.
sebuah negara kalau ingin memajukan teknologi maka minyak solusi yang terbaik.
minyak itu 70% ada di negara negara yang penduduknya mayoritas Muslim.
cuma pertanyaannya,
Apakah mereka merasakan hasil atau royalti dari minyak yang mestinya mereka dapatkan?!
tentu jawaban terbaik, tidak!.

Minyak yang menjadi sumber kemajuan bangsa masih dikuasi oleh Barat.
mereka selalu meintervensi negara negara Muslim.
dengan pura pura menjadi pejuang teroris, padahal mereka datang ke negara negara yang banyak minyak.
seperti : Iraq, Afganistan, Sudan, Libia.
tujuan yang utama penguasaan minyak dalam negara itu.
bukan untuk menjadi pejuang teroris atau membela kaum lemah,
itulah Barat.

Siapa yang menguasai minyak maka dia akan menjadi negara kuat,
dan Timur Tengah adalah tempat minyak dunia yang terbaik.
sebab itu intervensi Amerika dan Barat tak akan melepaskan peluang yang ada.
dari permasalahan di Libia yang baru baru ini, sebab Libia banyak minyak.
bahkan dinyatakan sebagai minyak terbaik dunia.

NATO datang sebagai "pahlawan" yang memerdekan Libia dari ganasnya Gadafi.
cuma itu hanyalah konspirasi mereka untuk menguasai minyak negara itu.
dan membantu dengan jargon : " Membela yang lemah adalah kewajiban kami negara superpower "

Yang jadi pertanyaan adalah, kenapa Amerika atau Barat diam tanpa suara melihat pembunuhan yang terjadi di Suriah sampai saat ini?
sebab Suriah negara yang kurang minyak tidak sebanyak yang ada di Libia.
jadi Amerika tak dapat untung, maka mereka tidak mau membantu revolusi Suriah.

Jadi sebab itulah minyak adalah yang dicari cari oleh dunia untuk memajukan negara negara mereka.
selain minyak, agama adalah alasan yang kuat kenapa Amerika ingin melakukan konspirasi yang kokoh di Timur Tengah.
supaya orang orang phobia ketika mendengar Islam.
yang tergambar adalah pembunuhan, teroris, peperangan.

Cuma konspirasi yang diberikan Amerika kepada negara negara Muslim sungguh terasa dan sangat nampak kalau kita terus mengamati dan menganalisa perkembangan
di Timur Tengah sampai sekarang.
kita sadar akan konspirasi itu, cuma kita menikmatinya sampai sekarang.
dengan sikap tidak peduli kepada saudara kita di Suriah dan negara negara yang dijajah oleh Barat.
dan melakukan provokasi di negara negara Muslim.
cuma di antara kita banyak yang menikmati konspirasi itu.

selamat...!!!
anda menikmati konspirasi Amerika wahai Muslimin.

06.17 | Posted in | Read More »

Politik Software

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Politik selalu identik dengan kelicikan dan sebuah kepentingan. Maka tidak salah banyak orang yang phobia dengan politik. Memang tanpa dipungkiri semua beralasan.
Turun ke rakyat hanya untuk meminta rakyat memilihnya menjadi Perdana Menteri atau Presiden dan janji janji busuk pun keluar dari mulut tiap calon itu.

Pelbagai cara akan dilakukan sampai apa yang meraka inginkan tercapai.
dan yang perlu kita ketahui politik yang dikerjakan dengan cara kekerasan dan money politic itu tidak akan berjalan lancar. Sebab banyak orang yang berasumi money politic adalah sesuatu yang tidak baik dan terkesan pembohongan.
jadi money politik sudah tidak relavan lagi untuk dilakukan di zaman modern ini, walaupun masih ada yang melakukan itu.

Gaya berpolitik yang santun dan beretika itu akan mendapatkan simpati dari masyarakat di Indonesia atau pun di luar Indonesia.
politik yang jauh dari kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan rakyat itu akan menjadi daya jual yang luar biasa.
terkhusus Indonesia, negara yang besar dan bervariasi suku dan bahasa.

Tentu dari banyaknya suku dan bahasa pasti akan semakin banyak yang mempunyai mindset berbeda.
kita perlu ketahui bahwa apa pun agama dan suku mereka kalau kita menyampaikan politik dengan sopan santun jauh dari kelicikan insya Allah orang akan melihat kita pribadi yang jujur dan bisa diharapkan untuk memajukan bangsa.

Tidak perlu kita mengedepankan kekerasan dan intimidasi dari semua gerak politik kita.
itu akan membuat orang takut dan antipati.

Contoh : Politik software yang dimainkan Pak Dahlan Iskan dalam dunia politik Indonesia itu patut dicontoh, dengan kesederhanaan dan
sifat bijak yang dimilikinya membuat nama dia selalu disebut dimana mana. Ada juga Pak Jokowi sifat tawadhu yang menjadi ciri khas yang melekat didirinya
menjadi daya tarik yang besar untuk orang yang melihatnya. Pak Hidayat Nur Wahid tokoh agamis yang mencerminkan sifat kerendahhatian dan merakyat
mempunyai politik yang santun.

Mereka ini adalah tokoh yang mempunyai politik yang santun, sebab itulah banyak rakyat Indonesia yang selalu memuji mereka.
sebab mereka ini nampak berbeda dari para politikus yang lain.
yang bermain di dunia korupsi, skandal sex.
Jadi bermain cantiklah dalam dunia politik terkhusus di Indonesia yang mempunyai ideologi demokrasi.

03.43 | Posted in | Read More »

Jakarta Sumber Inspirasi

Penulis : Ekta Yudha Perdana


Ibu kota selalu menjadi hal yang menarik bagi siapa pun yang ingin lebih mengenal suatu negara, tapi kalau yang ada di benak kita terhadap Jakarta maka tidak akan terlepas dengan komplektifitas permasalahan mulai dari : Banjir, mall yang terlalu banyak, taman yang kurang dan tata kota yang tidak tersusun rapi menjadikan Jakarta masih sulit untuk bersaing dengan kota besar dunia yang lain. Walaupun Jakarta sudah meningkat dengan rating dari Ibu kota negara dunia menempati rating ke 17 termaju di dunia itu bukan suatu yang membanggakan.

Sebab masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan oleh pemerintah kota dalam memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat Jakarta. Pemilihan Gubernur akan menanti kita di bulan September tahun 2012 dan di sana akan banyak pergesekan antara para calon dan itu biasa sebagai negara demokrasi.

Jakarta kota besar termasuk dari 10 kota besar dunia – lebih kurang 12 juta orang yang tinggal di Jakarta. Itu suatu jumlah yang sangat besar dan  yang membuat ekonomi Indonesia tidak merata dan Jakarta dijuluki sebagai kaki gajah, maksudnya apa?

kaki gajah di sini maksudnya ekonomi berpusat hanya di Jakarta dan itu akan menyebabkan kehancuran Indonesia sebab bersandarnya ekonomi negara  hanya ke Jakarta. Padahal kalau kita lihat Indonesia adalah negara besar dengan jumlah pulau lebih kurang 17500 pulau di Indonesia.
Besar bukan?

Bahkan antara pulau pun ada yang memakan masa perjalanan 2 minggu baru sampai ke Jakarta, itu bukti negara yang luas dan besar Indonesia. Dan Jakarta sebagai ibu kota negara itu punya peranan penting dalam memajukan provinsi lain, sebab Jakarta adalah sumber inspirasi bagi semua provinsi yang ada di Indonesia.

Alhamdulilah banyak perubahan dari Jakarta yang dulu dan sekarang, tapi kerja para gubernur belum maksimal. Anggaran yang besar dimiliki Jakarta kalau dipergunakan dengan tepat maka itu akan menghasilkan suatu yang luar biasa.

pemilihan Gubernur Jakarta tidak lama lagi dan Isu SARA jurus yang paling jitu untuk menjatuhkan lawan politik. Sebab dengan SARA itu akan timbulnya konflik dan permusuhan, jadi mudah saja untuk memenangkan calon Gubernur Jakarta, serang SARA itu cukup ( Suku – Agama – Ras ) tapi itu lahir bukan dari faham demokrasi dan itu jauh dari ajaran agama.

Pemenang Gubernur Jakarta bulan September nanti itu menjadi momentum untuk memajukan Jakarta lebih baik lagi. Tapi tiap kita tidak ada yang tahu siapa yang akan menang dipemilihan nanti hanya Allah yang tahu.

Dan perlu diingat sebagai umat Islam maka kita cari Gubernur yang dekat dengan sistem Allah,
(Yang jauh dari kezaliman – penganiayaan – janji yang tidak ditepati –Penggusuran dengan paksa, etc )

Sistem Islam sebaik baik sistem dan kita cari calon Gubernur yang dekat dengan sistem terbaik itu.

Wallahu a'lam 

06.08 | Posted in | Read More »

Mau jadi Yahudi?!

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Islam sekarang memang jauh dari keislaman yang ada di zaman Nabi. Islam sekarang bagai buih di lautan yang tak punya kekuatan untuk melawan arus yang kuat menghampirinya. Provokasi yang terus dilakukan oleh musuh musuh Islam untuk kehancuran umat Islam sangat kental dengan aksi kebencian. Arab sudah pecah dan hancur dengan jiwa fanatisme kenegaraan.

Timur Tengah kita tidak tahu kapan mereka akan bersatu, apa mungkin Nabi turun kembali buat mengurus sikap fanatik yang ada ditiap negara Arab saat ini? Saling kebencian antara bangsa Arab sangat nampak. Kalau kita Tanya orang Mesir,  eiy ro'yak ani su'udiy? : Apa pendapat anda tentang orang Saudi?
jawab orang Mesir : mafisy mukh: tidak ada otak .

Hamper 80% saya bertanya kepada orang Mesir maka jawabannya begitu persepsi mereka terhadap Saudi. Padahal sesama negara yang mayoritas beragama Islam. Orang Mesir dengan orang Saudi, Saudi dan Iran, Libia dan Saudi dan sebagainya. Perang saudara antara Iraq dan Iran pernah terjadi, kita tidak mengharapkan perang akan terjadi lagi antara saudara se- Islam, Memalukan..!

Allah menyuruh kita untuk saling bersatu melawan musuh musuh Allah, bukan saling bercerai berai antara sesama Islam. Negara itu suatu bentuk konstitusional saja bukan suatu akidah. Jangan sampai dengan nama negara kita mematikan ketulusan jiwa Islam yang ada di tiap orang beriman.

Islam itu lebih luas dari hanya sekadar negara, keluarga, saudara. Ikatan Islam lebih kuat dari itu semua. Peran agama sangat menunjang untuk adanya persatuan sesama Islam.
Kita lihat saudara kita dibantai di Myanmar – Palestina – Suriah.

Masih saja di dalam negara negara yang mayoritas Muslim masih saling berbeda pendapat untuk memberikan dukungan kepada mereka dengan alasan itu masalah dalam negara masing masing, padahal kalau kita perhatikan itu bukan lagi masalah negara melainkan itu masalah agama.

Kita mesti cerdas dalam melihat masalah yang ada di dunia ini, bagaimana propaganda yang suka dimainkan oleh Yahudi di dunia khususnya Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Yahudi banyak di Singapura. Indonesia dan Malaysia dua negara yang bersaudara ini masih suka diprovokasi dengan hal yang remeh, pertandingan sepak bola – klaim budaya, perbatasan negara.

Bahkan belum tentu itu benar atau tidak, malah kadang kita terbawa media masaa.
Terbawa arah berita, wartawan melakukan provokasi kita yang baca berita itu juga naik darah. Ikut marah, kecam sana sini Padahal kebenaran data pun masih dipertanyakan, malah selama ini kalau kita analisa kevalidan isu itu hanya 20%, semuanya peranan media yang over dan media dibayar.
Siapa yang kuat maka dia bisa bayar media dan menguasai dunia.

Jadi Islam di Malaysia dan Indonesia tidak akan bersatu atau Islam di dunia ini tak bersatu melainkan ada sifat fanatik kenegaraan melebihi kecintaan terhadap agama.
Agama dinomorduakan dan negara nomor pertama yang selalu diagungkan. Yahudi penguasa media dunia – umat Yahudi tidak banyak tapi propogandanya kuat sebagai racun dunia.

Yahudi tidak mesti dari Israel – dalam diri kita pun punya sifat Yahudi, ( provokasi – adu domba – kebencian – ingin menang sendiri – ego , etc )
Yahudi selalu menyerang Indonesia sebab Indonesia negara Muslim terbesar dunia dan akan selalu membuat propaganda dan di Malaysia sebab Malaysia mempunyai budaya melayu yang masih kental dengan nuansa keislaman.

Jadi dua negara ini ingin dibuat hancur dengan cara pembohongan public maksudnya dibuat isu kenegaraan yang berakhir dengan pengorbanan keislamaan kita – mengorbankan sesama saudara se- Islam hujat sana sini.
Yang terkena provokasi ini bukan hanya orang yang tinggal di kampung saja, tapi terkadang yang belajar di kuliah – ngaji di masjid –masih ikut terprovokasi sebab pemahaman terhadap negara dan agama masih disamakan.

Padahal agama itu jauh lebih penting dari hanya sekadar negara. Islam rahmat buat semua, bukan buat bermusuhan dan Nabi sangat benci Kafir tapi saling sayang menyayangi sesama Islam.
Cobalah kita berfikir – hilangkan Yahudi dijiwamu. Sebab itu akan menghilangkan sifat persaudaran sesama Islam dan sifat licik akan selalu ada dalam hatimu.
Penulis hanya mengingatkan diri penulis dan pembaca untuk Jangan jadi Yahudi wahai sahabat Muslim.

Waalahu A'lam

12.43 | Posted in | Read More »

Islam dan Negara


Penulis : Ekta Yudha Perdana

Bahwasanya kebanyakan orang Barat mempunyai persepsi tentang Islam. Bahwa Islam mempunyai pemikiran yang kaku dan jumud. Dan para ilmuan barat memberikan nama untuk orang Islam dengan sebutan ghaula (Kerusakan, malapetaka) jika di sana ditemukan orang yang beragama Islam, maka itu sebutan dari Barat. Terminologi sederhananya bahwasanya umat Islam adalah sumber kerusakan dan malapetaka bagi dunia.

Strategi itu telah disiapkan oleh Barat untuk memberikan stigma negatif yang terus ada di dalam benak Barat atas paradigmanya terhadap Islam. Pada esensinya kebanyakan setiap kata dalam bentuk dikotomis yang dilontarkan kepada Islam itu mengajak kepada pemikiran dan penggambaran dari komunitas Barat. Oleh karena itu mereka memberikan stigma negatif terhadap umat Islam. Takut umat Islam akan menjadi negara yang maju dan takut kalau orang orang Barat banyak yang masuk Islam

Polarisasi bahwasanya adanya agama Islam dan pengaruhnya dalam masyarakat dan politik, yang memberikan presepsi yang bervariasi yang di bawa Islam yang fundamental sebagaiamana yang nampak dan jelas dari eksperimen di dunia Islam modern saat ini. Dan bagimana merealisasikan undang-undang Islam? Dan apa pengaruh mengaplikasikan syariat Islam dalam kekuatan pergerakan politik Islam? Bagaimana buruknya Barat dalam meintrepretasikan tentang politik dengan contoh yang selalu dilebihkan yang selalu membuat masyakarat Barat selalu phobia terhadap yang bercorak Islam?

Islam dan Negara Di Era Moderen

Dipertengahan abad 20 kebanyakan dari negara Islam telah meimplementasikan independensi politik (politik bebas). Oleh karena itu pengaruh Barat selalu berkembang dan semakin maju. Dan jika kita perhatikan perjalanan atau rute yang dijalankan oleh negara Islam berbentuk sekula yang kebanyakan di pemerintahan Islam. Sampai di negara yang bermain di dalamnya peran Islam, mungkin kita katakan seperti pergerakan nasional. Yang sesungguhnya generasi dengan kekuasaan Islam yang ada saat ini tertuju kepada sistem sekular. Dan ketika seseorang mengamati dunia orang Islam maka kita akan temukan tiga contoh keterkaitan antara agama dan dunia mungkin bisa kita bedakan di antaranya: Islamis (Agamis) sekular, Islam abangan/awwam,

Dulu Arab Saudi telah mendeklarasikan menjadi negara Islam yang didirikan oleh keluarga kerajaan Sau’ud mengunakan syariat Islam, yang berasumsi bahwasanya telah mengunakan syariat Al-Qur’an dan Sunnah. Dan juga keluarga Sau’ud telah menjalin hubungan dengan ulama agama yang telah merasakan kesenangan dengan kedudukan yang istimewa anggapan mereka penasehat pemerintahan dan pegawai dalam undang-undang pendidikan, konstitusi dan mengaplikasikan undang-undang Islam dalam proyeksi syariah atas perpolitikan dalam negeri dan luar negeri.

Ketika penghujung akhir dari gelanggang kita lihat Turki. Sisa dari salah satu dari kerajaan Ustmaniyah yang telah menjadi corak sekular, masalah keagamaan yang terikat kuat dalam pembahasan setiap individu orang Turki. Pada saat kepemimpinan Turki di bawah rezim Kamal At-Tatruk (Pada tahun 1923-1928) dengan kinerjanya sebagai westeren yang sangat komprehensif dari kinerja yang ia lakukan adalah dengan cara merubah bahasa dan sejarah, sebagaimana berubahnya agama dan politik di Turki. Dan telah berubahnya huruf bahasa Arab kepada huruf latin maka sempurna perubahan yang dilakukan Kamal At-Tattruk dalam visinya merubah Turki. Dan Kamal At-Tattruk merubah dan mencabut sistem Khilafah dan sultan di Turki terusir, dan melarang adanya kekhilafahan dan memisahkan antara agama dan negara. Menutup sekolah agama, mengharamkan pemakaian resmi sekolah agama, merubah sistem pemerintahan dengan sebutan yang digunakan oleh Barat dengan terminogi yang bercorak latin.

Dalam keadaan apapun sesungguhnya mayoritas dari negara Islam berdiri diposisi demokrasi, walaupun negaranya mayoritas Islam dan dimana mayoritas penduduknya orang Islam dan peninggalan-peningalan Islam. Memulai menjadikan perjalanan sekular sangat berkembang dan proporsional. Di antara munculnya mayoritas kebanyakan pembenaran kepada Barat riset atas dasar pendirian atasnya hukum konstitusi modern dengan pengaturan konstitusi dan pendidikan. Dan juga diletakan atasnya syarat-syarat Islami disetiap undang-undang yang adanya tuntutan pemimpin negara Islam atau menjadikan syariat Islam sebagai sumber hukum dan undang-undang. Sesungguhnya berusaha dalam menghegemoni atas agama dengan menkorelasikan yayasan agama di dalam administrasi—di bawah menteri keadilan pendidikan dan DEPAG (departemen agama).

Dengan pengecualian yang sangat sedikit memandang kepada hal yang umum dan visi-visi mengikuti langkah-langkah yang ada di dalam pengajaran di Barat. Ia telah membuat semua sistem yang ada semuanya menoleh kepada Barat dan dari tiap coraknya.

Setiap ideologi harus mengikuti kepada orang yang berkuasa dengan sistem dan contoh Barat memaksakan kepada bentuk sekular dari kesenangan dan cakupan dari nasionalis yang d mana terbatas agama Islam dalam pembicaaran tentang kehidupan khusus pengganti kehidupan yang umum tidak secara detil lagi melainkan percakapan agama hanya sekedar kulit luarnya saja. Dan yang memiliki corak lokal, Mesir, Suriah, Libia, atau cuaca dan bahasa (Arab-Latin) dari komunitas sosialis. Dan dimulai pemantauan sekular dengan merubah corak ini semua tidak ketika pada tahun 60-an dalam keadaan apapun dan corak sekular ini ketika pada tahun 70-an hingga 80-an. Dan dimulai yang sangat jelas di negara Sudan, Mesir, Libia, Iran, perbedaan penggunaan Islam dan nampaknya dari tempat yang lain dengan corak yang berbeda.

Dan perbedaan yang ada itu disebabkan oleh bervarasi alibi di antaranya karena faktor politik, sosial, kepemimpinan, ekonomi, sesuai dengan pemahaman tentang Islam dan pengaplikasiannya dalam kehidupan. Dan penggunaan nama Islam itu bisa sebagai tantangan atau ancaman berjalan bersama. Dan itu sumber independensi atau liberal. Sistem ini bisa digunakan dalam konstitusi Islam atau non Arab.

Dan seperti pemerintahan militer yang pada tempo dulu oleh Muammar Al-Qadafi di Libia dan Ja’far Muhammad Namiri di Sudan, Anwar Sadat di Mesir, Dzul Al-Faqar Ali Bhutu di Pakistan dan jendral Dhiyaul Haq di Pakistan. Mereka semua itu berlindung atas nama Islam untuk memperkuat eksistensinya dan memberikan motivasi kepada rakyat untuk selalu berbakti kepada pemerintahan.

Dan sebagai yang kontraveri adalah Bhur Qibhah di Tunisia dan Syah di Iran yang mengikuti sistem sekular lebih jelas. Setiap para pemimpin salah satunya Qadhafi dan Namiri dengan partisipasi dalam keterkaitannya dengan pemimpin Mesir Jamal Abdul Nasir dan sebagai pemimpin Qadhafi dan Namiri pada tahun 1969 mereka menjadikan revolusinya Abdul Nashir pada bulan Juli 1952 dan dipilihlah jama’ah Nashir di dalam Kumpulan Sosialis Arab dengan pandangannya terhadap persatuan arab pada tahun 1970 Qadhafi dan Nashir dan Namiri membuat MOU (Memorendum Of Understanding) Tarablus yang di sana ada visinya ialah adanya koalisi universal antara Mesir, Libia, Sudan, dan ditandatangani perjanjian itu oleh Anwar Sadat, Khalifah Abdul Nashir.

Ketika kesulitan padang pasir atau ketika kekalahan bangsa arab pada tahun 1927 dan telah ditetapkan dari kegoncangan kredibilitas di bangsa arab berubahlah menjadi revolusi sosialis di Sudan, Libia, Mesir, dan menjadikan Islam ideologi yang selalu jadi landasan.

Jadi Islam mengajarkan kita untuk masuk Islam secara komprehensif jangan parsial, maksudnya apa? Kita mengambil ajaran Islam yang mendukung peran kita dimasyakarat. Kita menjalankan Islam yang mudah, kalau berat sedikit sudah mengeluh bahkan tidak dilaksanakan. Islam masuk ke dalam semua sisi kehidupan, Islam mengatur cara makan, tidur, bahkan masalah pemerintahan atau Negara. Islam punya peran penting untuk kemajuan suata bangsa. Jangan kita pisahkan antara Negara dan Islam. Akan rancu dan membuat bingung. Ada istilah Negara itu banyak bohong, korupsi, kotor. Agama itu bersih dan suci. Kenapa yang suci dicampur dengan yang kotor?

Akan hilang subtansi dari Islam itu. Asumsi itu salah. Karena dengan adanya Islam mengurus tata Negara insya Allah negara itu akan makmur. Tapi yang harus kita perhatikan bersama, bahwasanya kadang agama itu dijadikan topeng dan alat untuk mengambil suara untuk memegang jabatan atau kekuasaan. Atas dasar Islam dia jual agama untuk mendapatkan pujian dan kekuasaan. Nauzubillah min zalik. Waalahu a’lam

09.17 | Posted in | Read More »

Doktrin Demokritisasi politik

Penulis: Ekta Yudha Perdana

Doktrin sentral yang mendasar dalam ajaran Islam ialah tauhid dengan esensi kalimah syahadah: Laa Ilaaha Illallah. Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Doktrin ini mengandung pengakuan atas Kemahaesaan dan kemahakuasaan Allah yang sifatnya absolut (Mutlak) dan menentukan dalam keseluruhan struktur bangunan dan dimensi kehidupan umat manusia. Karenanya Aktualisasi doktrin tauhid tidak terbatas hanya menyangkut aspek Aqidah dan ibadah, melainkan menyangkut seluruh aspek sosial yang menyatukan dengan harmonis dimensi Hablumminallah dan Hablumminannas (hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia).


Konsekuensi penerimaan terhadap doktrin ini menghendaki pemahaman bukan hanya apa yang dilakukan Tuhan pada hamba-Nya (Bahwa Dia itu memelihara, pemberi rizki, mengatur hujan,) Melainkan apa yang seharusnya dilakukan setiap hamba kepada Tuhannya. Artinya bagaimana menginterpretasikan sikap tauhid itu dalam perilaku sehari-hari selaku insan sosial, politik, maupun ekonomi.

Dalam perjuangan demokrasi misalnya, bagi seorang Muslim tidak boleh terlepas dari pandangan tauhid yang batas-batas normatifnya diisyaratkan oleh Al Quran yaitu penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia itu sendiri. Firman Allah:


فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ


Terjemah Indonesia: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. QS:3:159



Demokrasi yang terkait dengan pandangan tauhid ini oleh para pemimpin Islam disebut demokrasi Teistik dan karenanya memperjuangkannya bernilai ibadah. Demokrasi teistik adalah demokrasi yang secara implisit mengakui kedaulatan Tuhan yang diimplementasikan dalam bentuk kedaulatan rakyat.


Pembudayaan Demokrasi Ide demokrasi seperti di atas memang memerlukan pembudayaan antara lain melalui sistem pendidikan sosial yang memadai. Dalam hal ini Al-Quran mengisyaratkan perumpamaan dengan beberapa nama dalam suratnya untuk menggambarkan tahapan masyarakat kita di Indonesia.

Pertama tahap Al-Ankabut (laba-laba) suatu tahap yang paling rapuh kenapa? karena ia menyendiri eksklusif (tertutup) yang tak bisa menerima kalangan atau golongan lain dalam golongannya dan bersifat menunggu. Walaupun begitu laba-laba pernah menolong Nabi Muhammad SAW dari kejaran orang-orang Quraisy dalam artian di lain sisi banyak juga manfaat dari tahapan ini ke dalam diri masyarakat.


Kedua tahap An-Naml (semut) yang cirinya adalah gotong royong untuk melakukan suatu kerja yang tak melihat golongan apa mereka. Di sini tak ada diskriminasi golongan. Siapa yang bagus dan mempunyai kualitas dan intregritas yang mumpuni silakan menjadi pemimpin kami.

Kondisi kita sebagai bangsa Indonesia berada di antara tahap Al-Ankabut dan An-Naml ini. Dimana sebagian cenderung eksklusif dan di lain sisi ada yang masih mau bergotong royong. Penulis katakan ada karena hal ini jarang ditemukan, ada golongan yang masih peduli dengan golongan lain atau yang mau membantu golongan yang bersebrangan dengannya. Dan tentu saja, perjuangan demokrasi perlu meningkatkan masyarakat kepada tahap An-Nahl (lebah) dimana selain kompak bergotong royong mereka itu selektif, hanya makan yang baik-baik dan mengeluarkan yang baik-baik. Sebagaimana digambarkan oleh hadist Nabi Muhammad SAW: "Orang mukmin itu bagaikan lebah, apabila dia makan adalah yang baik-baik dan apabila ia mengeluarkan adalah juga yang baik-baik. Pada waktu ia hinggap di suatu dahan yang kering ia tidak mematahkannya".

Pada tahap An-Nahl inilah rakyat mengalami kemakmuran yang merata. Dalam hal perjuangan demokrasi kepada tahap An-Nahl. Al-Quran memperkukuh dengan sejumlah prinsip normatif yang harus dijadikan sendi-sendi kehidupan politik seperti asas keadilan, kejujuran, (Inklusif) keterbukaan dan tanggung jawab.

Asas-asas tersebut di atas pada tingkat hukum positif perlu dirinci sehingga terasa adil dan jujur bagi semua pihak. Bagi yang kuat maupun yang lemah. Sementara ini kita mau menerima asas adil dan jujur sebagai norma dasar, tetapi masih ada pihak yang belum mau merinci ke dalam tingkat hukum dan peraturan.

Itulah sebabnya asas jujur dan adil masih diributkan para kontestan pemilu (Pemilihan umum) ribut-ribut tentang jurdil (Jujur dan adil) dalam pemilu menunjukkan adanya fenomena serius bahwa dalam praktek kita berdemokrasi masih ditemukan ketidakserasian termasuk lebarnya kesenjangan antara hakekat dan amalan demokrasi kita itu.

Seperti kita ketahui hakikat demokrasi adalah bahwa kedaulatan di tangan rakyat (UUD 1945 Pasal 1 dan 2). Untuk itu kita membuat amalan demokrasi seperti adanya partai politik, perlunya pemilu untuk memilih wakil-wakil rakyat, perlunya eksekutif yang dipilih oleh rakyat atau wakilnya, bekerjanya legislatif di DPR-MPR, dan sebagainya.

Tetapi kecenderungan kita seolah-olah lebih mementingkan pengaturan sistem amalan demokrasi ketimbang hakekat demokrasi. Akibatnya amalan demokrasi itu diskenario untuk memenuhi selera legitimasi pihak pemegang status quo. Karena amalan lebih diutamakan daripada hakekatnya. Maka demokrasi kita menjadi demikian merosotnya sehingga tampak karikatural.

Kini setelah hampir satu abad upaya bangsa melakukan perombakan dari tatanan feodalistis kepada tatanan demokratisasi yaitu sejak Budi Utomo, Syarikat Islam. Kita menemukan diri bahwa perombakan itu secara nyata belum tercapai. Upaya perombakan yang tumbuh dari ide yang bersifat radikal, moderat, maupun yang sinkretisme dan romantisme dalam gerakan demokrasi masih cenderung menghasilkan arah yang mempertahankan tatanan kehidupan lama. Tidak mengherankan bila kita masih menemukan dewasa ini kekuatan-kekuatan yang mempertahankan kehidupan feodalistis tradisional dan statis. Agaknya untuk memanifestasikan hakikat demokrasi ke dalam sistem aplikatif diperlukan kerja berat apalagi menyangkut demokrasi teistik (demokrasi berketuhanan) sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pemimpin Islam. Ini adalah kerja pembudayaan yang tak pernah berhenti.

Demokrasi elitis Pada tingkat ide sesungguhnya para pendiri bangsa kita telah secara murni menepikan gagasan kaum aristrokat dan feodalis untuk mengatur negara dengan sistem kedaulatan di tangan rakyat atau demokrasi. Artinya dengan suatu kearifan untuk mengakui dan menerima pluralisme pendapat serta kehendak dengan segala implikasi dan konsekuensinya.

Selanjutnya pada tingkat aksi kita telah memiliki seperangkat yang mengejawantah dalam bentuk tata krama dalam masyarakat yang menjunjung tinggi kekeluargaan, penghormatan dan persamaan hak serta kewajiban. Namun pada tingkat prosedural untuk menampung dan menyelesaikan berbagai perbedaan pendapat dan kehendak kita belum benar-benar menyusun suatu tata cara atau rule of the game yang kompatibel (selaras dan sejalan) dengan ide dan nilai-nilai yang ada.

Hal-hal prosedural masih disusun melalui praktek-praktek manipulatif yang cenderung kurang mengindahkan tuntutan ataupun kehendak-kehendak riil masyarakat. Perkembangan demokrasi yang demikian adalah demokrasi elitis dimana proses-proses pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan nasional dilakukan oleh kelompok elit politik saja tanpa mengikutsertakan rakyat yang ada di dalamnya. Sebagian besar waktu sejarah kehidupan politik yang kita lewati tersita oleh berlakunya demokrasi elitis ini. Akibatnya banyak keputusan politik yang praktis tidak sesuai dengan kepentingan rakyat atau tidak benar-benar bernilai otoritatif.

Menurut penulis tingkat prosedural yang memberi keistimewaan pada kelompok elite yang berpengaruh ini telah menjadi gangguan utama dalam pengembangan demokratisasi di Indonesia. Karena praktek-praktek manipulatif oleh kelompok elit maka demokrasi perwakilan sebagaimana dicita-citakan dalam UUD 1945 berubah arah menjadi demokrasi perwalian. Pada masa orde lama perubahan arah dari demokrasi perwakilan itu dimulai oleh Bung Karno sendiri dengan ide demokrasi terpimpin (1959-1965) dimana presiden mempresentasikan diri sebagai wali dalam setiap proses politik nasional. Ketika Orde Baru lahir demokrasi perwalian ini masih terus berjalan hanya siapa yang menjadi wali saja yang berubah.

Di masa orba (orde baru) yang menjadi wali adalah para ketua orsospol yang dilegalisasi oleh perundang-undangan sistem politik misalnya dalam menentukan caleg (calon legislatif) untuk dipilih rakyat. Kemandirian Umat Di zaman modern sekarang ini umat Islam perlu memandang bahwa bidang politik tidak sekedar fardhu kifayah melainkan fardhu 'ain yaitu setiap orang harus terlibat paling tidak pada tingkat kesadaran politik. Bagi mereka yang secara total memasuki dunia politik harus menerjuni bidang politik itu secara profesional tidak lagi secara amatiran. Bagaimanapun perkembangan Zaman telah menuntut spesialisasi dan pembagian tugas seperti itu. Pada tingkat inilah tugas menerjuni politik secara profesional itu kedudukannya menjadi fardhu kifayah.

Politik sebagai salah satu bidang kegiatan hidup yang berhubungan dengan masalah pemerintahan dan kenegaraan serta proses pembuatan keputusan pada semua tingkat, memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri. Karena itu untuk membangun kemandirian umat dalam pengertian independensi berpolitik maka dalam tubuh umat ini harus muncul kader-kader politik yang menguasai persoalan-persoalan politik serta kaitannya dengan persoalan-persoalan sosial, ekonomi, budaya, psikologi massa. Jangan sampai mereka yang terjun ke gelanggang politik adalah mereka yang tanpa bekal pengetahuan dan pemahaman Islam secara benar.

Bila tanpa pengetahuan tentang Islam bukan tidak mungkin malah menimbulkan kebingungan di tubuh umat misalnya berpolitik tanpa etika, tuduh-menuduh, fitnah dan perang terbuka di media massa di antara sesama tokoh umat. Politik di zaman modern menuntut wawasan, kecakapan, dan integritas pada tujuan besar Islam yaitu mengangkat harkat manusia sebagai Khalifah dibumi. Pada tingkat praktis politik adalah kemampuan memperkuat identitas Islam serta menyamakan persepsi umat dalam menghadapi isu-isu sosial politik agar umat ini memiliki daya saing yang kuat untuk mempertandingkan konsep-konsep Islam dalam penataan sosial politik bangsa dan negara. Bukan Islam menjauh dari politik tapi Islam sejalan dengan politik, karena Islam adalah rahmat bagi alam.

Wallahu A'lam

02.08 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Labels